|| MENGHIJAUKAN KEMBALI HUTAN ||

Berdasarkan citra satelite setidaknya ada 30.000 hutan mengalami kebakaran di Kalimantan. Kehancuran hutan ini bisa saja lebih luas dari jumlah yang di perkirakan. Ribuan satwa liar kehilangan tempat tinggal dan orang-orang terserang penyakit ISPA. Kini setelah semua pertarungan menyelamatkan hutan dari api maka yang tersisa hanyalah pohon-pohon yang tumbang dan daun-daun yang berguguran.

Apa yang dapat dilakukan saat ini adalah menanam kembali hutan yang telah terbakar, menjadikannya hutan kembali dimasa depan. Ini memang tidak mudah tetapi setidaknya ada sebuah proses pengambalian roh hutan itu agar tetap menjadi hutan seperti semua. Yang tidak kalah pentingya adalah menjaga hutan yang ada dimasa musim kemarau berikutnya agar tidak terjadi musibah kebakaran yang menghancurkan lebih banyak hutan dan lahan pertanian.

CAN Borneo berkomitmen mendukung program pemerintah untuk merestorasi kembali hutan yang terbakar serta membangun skema pertanian yang lebih berkelanjutan dengan skema agroforestry. Kampung Merasa akan menjadi lokasi percontohan dikabupaten Berau dimana hutan yang telah terdeforestasi ditanam kembali dengan banyak jenis buah.

Targetnya adalah 50 hektar area agroforestry dapat tercipta dan melibatkan lebih dari 50 masyarakat dalan fokus kegiatan penanaman kembali hutan ini. Peningkatan SDM juga menjadi konsentrasi CAN Borneo dalam kegiatan agroforestry karena dibutuhkan SDM yang maju untuk dapat menghasilkan petanian yang berkelanjutan.